Showing posts with label campus life. Show all posts
Showing posts with label campus life. Show all posts

I'm in

Semenit, sejam, sehari nunggu IP tak kunjung keluar. Eh ternyata emang di publish tengah malam. Ya udah baru tahu besok paginya. Dan hasilnya tak mengecewakan. IP saya turun teman-teman. TURUN, RUN, RUN, RUUNN…

... menjadi 3,37

Tapi harus bersyukur. Aku masih bertahan di kampus ini. Yup, I’m in.

-->Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah (d’masiv)

Sekarang saatnya berjuang lagi di semester 4. Jangan sampe turun lagi. Plisss!!!

This Semester, Less Playing More Studying

Fuih!! Akhirnya selesai juga perjuangan keras di semester ini. FYI: Semester 3 bagiku semester terberat. Dari jumlah mata kuliahnya aja udah delapan. Ditambah lagi tingkat pemahaman semua matkul itu tinggi-tinggi. Butuh semalam suntuk buat ngerti 1 bab aja, terutama mikroekonomi.

Penderitaan pun gak berhenti sampe situ. Hampir semua dosen dari matkul-matkul itu beri tugas yang (menurutku) gak enteng dan butuh penalaran tingkat tinggi. Huuwaaa!! Bisa nangis. Akhirnya kamar kos pun jadi korbannya. Berserakan buku dan kertas di mana-mana. Laptop apalagi, udah full sama copas kerjaan teman dan bahan-bahan download. Tapi yang namanya mahasiswa kalo buat tugas kan baru bisa sehari sebelum deadline. Jadilah hasil yang buru-buru dan gak maksimal seperti aku ini.

Tapi yang positif dari semester ini juga ada lah. Dapat temen-temen baru adalah yang paling spesial. Dan inilah temen-temenku yang berpengaruh besar di semester ini

Dinil

Dialah temen sebangku ku di ruang kelas. Kebanyakan emang lebih sering duduk sebelah dia sih dibanding temen yang lain. Dinil ini saking baiknya sampe sering jarkomin aku tentang jadwal kuliah padahal itu bukan tugas dia tapi karena aku sering gak dapat jarkom, dia rela berbuat seperti itu LOL. Dia juga sering bantuin aku kalo lagi kesulitan sama beberapa materi kuliah. Emang T.O.P. dah kamu Nil.

Hafidz

Bingung mau nyebut orang yang satu ini apa. Dia adalah teman, partner kerja, sekaligus kakak. Nah jadi aku sama temen kosku yang satu ini kerja sambilan jadi guru les. Dan kebetulan tempat kami mengajar itu sama. Jadi dia aku anggap sebagai partner kerja karena emang kita selalu mengajar bersama-sama. Hafidz ini menurutku punya keahlian serba bisa. Ya nggak semua sih, tapi setidaknya dia paham masalah IT dan elektronik. Jadi kalo peralatan elektronik ato laptopku bermasalah tinggal tanya sama dia. Dia suka beri motivasi dan nasehat buat aku, jadi aku udah anggap dia sebagai kakakku sendiri.

Adnan

Nah, yang terakhir ini adalah temen yang paling spesial. My big pal. Secara emang kesukaan kita banyak yang sama. Kita sama2 GLEEK dan suka American Idol. Hahaha. Nanan ini adalah temen yang paling pengertian, kita sering curhat dan beri saran satu sama lain. Pokoknya semua masalah kalo dibicarain sama dia jadi enteng lah. Satu lagi kesamaan kita, sama-sama suka makan! Jadi aku dan Nanan suka wisata kuliner bareng. Nyobain makanan ini-itu dan setelah itu beri penilaian. Kaya pak Bondan gitu deh. Hahaha. Tapi aku kok gak gendut-gendut ya Nan?? ^^V

Well, gak bisa dipungkiri lagi apapun itu kesulitan yang kita hadapi akan menjadi ringan jika kita memiliki teman di samping kita. I Do Love Friendship :)

Bu Rosa, Sali, atau Lita?

Yang bener adalah Sali. Kenapa bisa begitu? Karena ibu itu bilang sendiri “panggil saya dengan nama tengah saya, Sali. Kalo Rosa ntar kaya bintang telenovela.” Jadi dialah dosen hukum perdataku yang bernama lengkap Rosalita.

Bu Sali ini dosen paling wokey! Secara aku yang sebelumnya gak suka sama mata kuliah yang berbau-bau hukum, bahkan pernah dapat nilai C di semester lalu, sekarang jadi suka dan pingin tahu lebih banyak lagi tentang ilmu hukum. Itu semua ya berkat dosen ini.

Kesan pertama Bu Sali pas ketemu kita sangat underestimate. Masa kita disebut jelek, item, kampungan. Hahaha. Gak terima dong, gue kan ganteng, keren, modern. Tapi itu cuma sekedar lelucon yang dibuat Bu Sali biar 2 sks bersama hukum perdata gak kerasa garing.

Dari semua dosen, Bu Sali ini paling baik kalo ngasih nilai. Menurutnya, hukum itu bukan perkara benar atau salah tapi bagaimana kita meyakinkan kalo asumsi kita benar. Jadi ceritanya kalo pas ujian trus kita gak yakin sama jawaban kita, ditambah aja asumsi mengapa kita menjawab itu. Jadi gak ada nilai mutlak salah. Untuk nilai kelulusan matkul ini katanya semua anak minimal B. Bener ya bu!

Ada kejadian lucu tentang ibu ini di minggu2 menjelang akhir semester. Jadi ibu itu pingin jadwal kuliah kita dimajuin biar cepat libur. Katanya ada alasan spesial. Pas ditanya2, eh dia mau kawin. Dubrak! Tapi gak papa lah bu, gak usah malu. Ibu kan seorang lawyer, mungkin waktunya banyak tersita sampe lupa ngurus diri sendiri.

Pesen ibu sama kita akan terus kami ingat dan jaga. Dan pesan kita buat ibu semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah, lohhh?? We’ll miss you ma’am

Me and DUFAN (2F Anggaran)

Gak ada tempat yang paling enak lagi selain kumpul di kelas bersama 2F Anggaran. Yup, kelas di mana anak2nya (katanya) pendiam pas kuliah. Sebenarnya yang bikin kelas ini jadi pendiam karena banyak yang tidur pas kuliah. Hehe.

A true friend is someone who sees the pain in your eyes while everyone else believes the smile on your face. -@Tyrese

Sekelas sama anak2 dufan emang seru. Makan bareng, gangguin temen yang lagi presentasi, lembur ngerjain tugas, kerjasama pas kuis, semuanya kita rasakan bersama-sama. Semoga persahabatan kita akan tetap bertahan di semester 3 dan 4 ya guys :)

Diminishing Marginal Return

Masih mabok mikro nih setelah kemarin ngerjain soal UTS yang diluar ekspektasi. Tapi aku gak akan bahas masalah UTS di sini, aku mau bahas hal lain. Nah seperti yang udah aku jelasin di postingan Seminggu Lagi, mikro ini pelajarannya banyak banget teori. Dari sekian banyak teori itu, kayanya yang paling populer ya teori permintaan sama penawaran. Secara teori ini udah diberikan di tingkat SMA. Tapi apakah ada yang pernah dengar teori diminishing marginal return? Yup, aku mau cerita dikit mengenai hal itu.

Teori diminishing marginal return dalam buku teks mikro artinya hasil yang semakin menurun akibat penambahan jumlah input tertentu. Contohnya gini deh, sebuah ‘perusahaan pembuat kursi’ memiliki modal sebesar 50 unit bahan baku kayu yang jumlahnya tetap dan jumlah pekerja sebanyak 5 orang yang bisa diubah-ubah. Perusahaan memutuskan menambah 5 karyawan sehingga jumlah kursi yang dihasilkan meningkat. Tapi ketika perusahaan memberi 5 karyawan tambahan lagi ternyata jumlah kursi yang dihasilkan bukannya naik tapi malah turun. Artinya dengan menambah jumlah pekerja menjadi 15 orang, perusahaan tidak bisa beroperasi dengan efektif.

Ternyata kita bisa belajar dari teori itu. Coba pikir deh sifat perusahaan itu sebenarnya mirip dengan sifat manusia. YA! harus diakui kita punya sifat yang gak pernah puas (baca:serakah). Walaupun kita udah diberi rejeki yang lebih dari cukup, tapi tetep aja kita masih ngerasa kurang. Coba bayangin deh nasib orang-orang yang gak punya rumah, pakaian, dan uang buat beli makan. Nasib mereka tidak sebaik kita, tapi mereka bisa jalanin hidup dengan ikhlas. Tapi kita? Kita masih aja ngeluh ini-itu kalau barang2 kita jelek dan pingin beli lagi yang lebih ‘mahal’ atau ‘bagus’. Setelah udah bisa beli barang yang kita mau, masih aja pingin beli sesuatu yang lebih lagi.

“Coba bayangin deh nasib orang-orang yang gak punya rumah, pakaian, dan uang buat beli makan. Nasib mereka tidak sebaik kita, tapi mereka bisa jalanin hidup dengan ikhlas."

Akibat dari keserakahan itu, kita hidup cuma demi harta dan tahta. Akhirnya derajat iman kita menurun di mata Allah karena hanya mementingkan urusan duniawi. Sama seperti penurunan jumlah kursi yang dihasilkan perusahaan. Semakin banyak harta yang dikejar, semakin jauh diri kita sama Yang Maha Kuasa.

Nah, mulai dari sekarang syukuri apa yang udah kita miliki. Jangan hanya karena gengsi, kita jadi beradu kekayaan satu sama lain. Gak ada gunanya, yang ada malah uang kita terbuang sia-sia. Kalau aku sih mending buat beli buku Mikroekonomi, hehe :)